Melatih kemandirian anak menjadi tanggung jawab orang tuanya.
Entah sejak kapan saya memulainya, rasanya sich sudah lama sekali, saya mengajarkan kepada dua anak saya Kakak Fahmi (5y) dan Kakak Umar (3y) untuk meletakkan pakaian kotor pada tempatnya. Saya siapkan 2 keranjang untuk menampungnya.
Alhamdulillah dua bocu ini sudah bisa mandi sendiri, meski yang kedua masih sering minta tolong untuk dibukakan baju atasannya. Namun dalam urusan meletakkan baju kotor yang habis dipakai ampun,,ampun,, dech. Dimana dia membuka baju disitulah di letakkan. Ditinggalkan begitu saja. Dan mereka belum terbiasa membuka bajunya didalam kamar mandi hiks.. hiks.. Mungkin karena gantungan bajunya terlalu tinggi buat mereka, hehehe kan ukuran orang dewasa.
Sekarang yang bisa saya lakukan adalah mengingatkan setiap mereka buka baju agar segera memasukkannya ke keranjang baju dan sebentar lagi akan saya pasang gantungan baju seukuran tingginya anak-anak
#Level2
#KelasBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Sabtu, 04 Maret 2017
Rabu, 01 Maret 2017
-9- Asyiknya Melipat Baju
Pernah dengar obrolan Ibu saya dengan temannya mengenai repotnya punya banyak anak.
Teman ibu saya bilang, “Banyak anak itu pusing kasih makannya”
Jawab Ibu saya, “Ah tidak lah, kan bisa makan sendiri-sendiri, yang repot itu cuci bajunya, lipat bajunya”.
Iya juga sich, banyak anak-anak yang sudah beranjak dewasa, sudah jadi gadis dan jejaka, nyuci baju atau melipat baju sendiri belum pernah ia lakukan. Kalau anaknya banyak, kebayang kan seberapa banyak baju-baju yang dipakai, satu gunung lah. Dan memang pekerjaan melipat baju ini bagi saya, luar biasa -ga sempat :-)-
Berawal dari situ, saya mencoba memberdayakan anak-anak yang berumur 5 tahun dan 3 tahun untuk melipat bajunya sendiri, hihihi..
Anak-anak itu kalau judulnya bermain biasanya akan tertarik. Mari kita ajak anak-anak bermain sambil belajar dan sekaligus membantu bundanya :-D
Pernah lihat di FB alat bantu melipat baju, di jual di online-online shop, kayanya cocok untuk mainan anak-anak.
Dan ternyata ada orang-orang kreatif yg bikin imitasinya dari kardus,, kereen..
Saya coba membuatnya
1. Siapkan kardus bekas
2. Potong sesuai pola berikut
3. Rekatkan dengan lakban sesuai pola
4. Siap digunakan
Kakak Fahmi dan Kakak Umar asyik sekali lipat baju begini. Lumayan seabrek bajunya adik Aisyah terseleseikan. Memang saya buatkan alat melipatnya untuk ukuran baju anak-anak. Rapikah? Ya tergantung standarnya, bagi saya asal bisa masuk lemari okelah daripada menggunung begitu saja. Ada juga hasilnya yang belum dibalik, gapapalah, pikir saya nanti dibalik waktu memakaikannya. :D
#Level2
#KelasBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Label:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
IIP,
Melatih Kemandirian
Senin, 27 Februari 2017
-8- Mengajari Anak Cebok Sendiri
5 Desember 2016 lalu anak sulung saya sudah berumur lima tahun. Jebol status saya sebagai emak tiga balita. Selangkah demi langkah mengajarkan kepada anak-anak kemandirian. Mulai dari toilet traning, belajar makan sendiri, mandi sendiri, dll. PR saya kali ini adalah mengajari anak cebok sendiri. Kalau cebok habis BAK sepertinya gampang ya tapi kalau habis BAB koq bagi saya agak-agak rumit ya :D
Meskipun tidak ada batasan pasti umur berapa anak harus bisa cebok sendiri, menurut saya belajar hal ini harus diagendakan. Pendapat saya anak harus bisa cebok sendiri kalau bisa ya sebelum masuk SD lah ya. Tak perlulah itu syarat bisa membaca untuk masuk SD cukup bisa cebok sendiri :-P
Nah oleh karena itu mulai hari ini, saya ajar si sulung cebok sendiri. Beberapa hal yang saya lakukan antara lain :
1. Memberitahu bahwa kotoran ini najis dan harus dibersihkan. Jelaskan semudah mungkin
2. Mengajarkan cara menbersihkan dengan benar, bilas yang benar pakai sabun, bilas berulang-ulang
3. Mengajarkan cuci tangan setelahnya dengan sabun
4. Membantunya, membersihkan ulang sekalian ngecek sudah bersih atau belum
5. Memberi pujian
Nah dimulailah hari pertama. Surprise..! Si sulung ga mau alasannya ga nyampe tangannya. Surprise kedua..! Ternyata dia merasa jijik memegang duburnya. Oke.. dibujuk-bujuk akhirnya mau, meski masih tetap bunda yg siramkan airnya.
Ayok semangat yuk..
kita lihat hari-hari selanjutnya
#level2
#kuliahbunsayiip
#melatihkemandirian
Label:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
IIP,
Melatih Kemandirian
Jumat, 15 Februari 2013
Serba-Serbi SP 2010 di negeri perantauan
Tahun 2013 ini, dimana di BPS, tempat ku bernaung untuk mendapatkan sesuap nasi dan sebongkah berlian (amiiin..) akan mengadakan event yang besar yaitu Sensus Pertanian (ST 2013), kenangan 3 tahun yang lalu ini muncul berputar-putar dalam anganku...
Kenangan Sensus Penduduk (SP 2010) yang luar biasa seru apalagi waktu itu aku baru saja menyandang sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil, jadi orang yang baru memcicipi dunia kerja.
Alhamdulillah, bisa ikut semaraknya kerja besarnya BPS,, sebelum kedatanganku ke Jeneponto, suatu kabupaten di Sulawesi Selatan yang menjadi daerah penempatanku pertama kali,ternyata aku sudah di plot tuk jadi korlap dan Inda, yach terima aja,,
Pengalaman pertama bersinggungan dengan SP adalah saat diberi amanah untuk menyeleksi petugas-petugas SP. Hmmm,,, entah karena grogi ngadepin aku [walah…] atau karena apa, ngitung umur aja lamaaaa banget, coret sana-coret sini, trus waktu kutanya “Kabupaten Luwu ada di Propinsi mana, Pak? Dengan senyum-senyum dijawab “di Sulawesi Tengah, trus kalau Kota Palu, di Propinsi mana?, di Sulawesi Tenggara, kalau Kendari? Di Sulbar. Haaa, ya gapapa sudah pindah koq Pak, Cuma waktu itu ga sempat kutanya Magelang ada di Propinsi mana, Pak? Padahal salah satu calon respondennya akan menjawab Magelang untuk pertanyaan nomor 209.
Pengalaman Kedua, adalah saat pelatihan Inda di Makassar,, Wow serunya!!! Sepanjang hari tertawa-tawa terus, mengenal lebih dekat teman-teman kantor. Waktu itu kelas digabung dengan teman-teman dari Palopo. Wah suara mereka tenggelam oleh keramaian dan kekonyolan teman-teman dari Jeneponto. Kalau teringat tingkahnya jadi ketawa-ketawa sendiri. Apalagi waktu praktek mengajar, hmmm Jeneponto crew pada PeDe abisss, tanpa kusadari juga mempengaruhi diriku sehingga yach.. lumayan jadi Pede bercuap-cuap di depan kelas. Tapi bener-bener jadi ketawa kalau teringat sesi ini, teringat gaya mbak Wiwik yang dengan mantap lenggok kanan lenggok kiri didepan peserta, teringat Pak Alwi yang pakai doa pembukaan sebelum mengajar, teringat Pak Halim yang mencoba menarik perhatian salah satu teman dari Palopo. Pokoknya seru.
Pengalaman ketiga, saat jadi Instruktur Daerah(Inda), mengajar dua gelombang, gelombang pertama di hotel terbaik di jeneponto,dapat kelas yang pesertanya ramai sekali, meski awalnya agak grogi tapi Alhamdulillah selanjutnya lancar . Berasa jadi banyak kenalan di tanah orang. Jadi Inda benar-benar melatih kesabaran karena perasaanku sudah kujelasin panjang lebar dan berbusa-busa, Ehh,,, masih tetap ada yang bengong-bengong gitu.
Pengalaman keempat adalah saat pelaksanaan SP, disini hanya diisi oleh trio Kar terheboh sepanjang masa, hehehehe… yang pertama adalah KarKul, beliau adalah salah seorang Kortim yang mengaku kortim tertua, yang membuat heboh karena membuat kuda-kuda di Jeneponto iri karena hanya kuda di tengah kota yang dapat stiker. Kalau Kar yang kedua adalah KarTom, nah ini dia petugas yang punya ilmu menghilang, setiap kali ada pertemuan petugas, kortim, dan korlap, selalu datang di awal trus tanda tangan absen, tetapi habis itu menghilang entah kemana, dicari2 tidak ada, tapi kalo nasi kotak datang, Eh,, ada lagi dech.. Nach yang ketiga ini adalah KarTem, semua pegawai BPS Jeneponto pasti tahu, dan semua petugas satu kecamatan juga tahu, itulah dia sang Korlap andalan dan calon KSK Teladan.
Pengalaman kelima adalah saat kantor jadi hidup waktu semua dokumen C1 dah numpuk di kantor, hohoho… serasa punya harta karun berkotak-kotak karena setiap orang mempunyai tanggung jawab untuk mengoreksi hasil SP sebelum dokumen-dokumen orange itu dikirim ke propinsi. Diraba, Dilihat dan Diterawang [kaya iklan uang palsu aja…]. Ya setiap hari kerjaannya membelai-belai dokumen orange, memelototi setiap pertanyaan dan membetulkannya. Alhamdulillah meski kadang serasa jenuh tapi kami masih sadar untuk tidak melanjutkan meremas-remas dan kemudian membuangnya. Setiap pekerjaan ada saja yang membuat dunia ini berwarna dengan canda dan tawa. Setiap hari ada saja nama-nama responden yang membuat ketawa, serasa aneh saja baca nama-namanya (ya maaf ya…maklum di jawa belum pernah ada nama itu,jadi aneh saja). Dan subhanallah, waktu kutanyakan artinya sangat bagus sekali…[sekali lagi maaf].
Kayanya sampai disitu dulu cerita serba-serbi SP, mungkin ke depan akan ada cerita-cerita seru lainnya. Dan terakhir “Apa yang anda rindukan dari SP, Wahai insan statistik?”. Kalau jawaban anda adalah honornya, maka itu tidak salah :-)
"Artikel ini diikutkan dalam Giveaway Gendu-gendu Rasa Perantau"
Kenangan Sensus Penduduk (SP 2010) yang luar biasa seru apalagi waktu itu aku baru saja menyandang sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil, jadi orang yang baru memcicipi dunia kerja.
Alhamdulillah, bisa ikut semaraknya kerja besarnya BPS,, sebelum kedatanganku ke Jeneponto, suatu kabupaten di Sulawesi Selatan yang menjadi daerah penempatanku pertama kali,ternyata aku sudah di plot tuk jadi korlap dan Inda, yach terima aja,,
Pengalaman pertama bersinggungan dengan SP adalah saat diberi amanah untuk menyeleksi petugas-petugas SP. Hmmm,,, entah karena grogi ngadepin aku [walah…] atau karena apa, ngitung umur aja lamaaaa banget, coret sana-coret sini, trus waktu kutanya “Kabupaten Luwu ada di Propinsi mana, Pak? Dengan senyum-senyum dijawab “di Sulawesi Tengah, trus kalau Kota Palu, di Propinsi mana?, di Sulawesi Tenggara, kalau Kendari? Di Sulbar. Haaa, ya gapapa sudah pindah koq Pak, Cuma waktu itu ga sempat kutanya Magelang ada di Propinsi mana, Pak? Padahal salah satu calon respondennya akan menjawab Magelang untuk pertanyaan nomor 209.
Pengalaman Kedua, adalah saat pelatihan Inda di Makassar,, Wow serunya!!! Sepanjang hari tertawa-tawa terus, mengenal lebih dekat teman-teman kantor. Waktu itu kelas digabung dengan teman-teman dari Palopo. Wah suara mereka tenggelam oleh keramaian dan kekonyolan teman-teman dari Jeneponto. Kalau teringat tingkahnya jadi ketawa-ketawa sendiri. Apalagi waktu praktek mengajar, hmmm Jeneponto crew pada PeDe abisss, tanpa kusadari juga mempengaruhi diriku sehingga yach.. lumayan jadi Pede bercuap-cuap di depan kelas. Tapi bener-bener jadi ketawa kalau teringat sesi ini, teringat gaya mbak Wiwik yang dengan mantap lenggok kanan lenggok kiri didepan peserta, teringat Pak Alwi yang pakai doa pembukaan sebelum mengajar, teringat Pak Halim yang mencoba menarik perhatian salah satu teman dari Palopo. Pokoknya seru.
Pengalaman ketiga, saat jadi Instruktur Daerah(Inda), mengajar dua gelombang, gelombang pertama di hotel terbaik di jeneponto,dapat kelas yang pesertanya ramai sekali, meski awalnya agak grogi tapi Alhamdulillah selanjutnya lancar . Berasa jadi banyak kenalan di tanah orang. Jadi Inda benar-benar melatih kesabaran karena perasaanku sudah kujelasin panjang lebar dan berbusa-busa, Ehh,,, masih tetap ada yang bengong-bengong gitu.
Pengalaman keempat adalah saat pelaksanaan SP, disini hanya diisi oleh trio Kar terheboh sepanjang masa, hehehehe… yang pertama adalah KarKul, beliau adalah salah seorang Kortim yang mengaku kortim tertua, yang membuat heboh karena membuat kuda-kuda di Jeneponto iri karena hanya kuda di tengah kota yang dapat stiker. Kalau Kar yang kedua adalah KarTom, nah ini dia petugas yang punya ilmu menghilang, setiap kali ada pertemuan petugas, kortim, dan korlap, selalu datang di awal trus tanda tangan absen, tetapi habis itu menghilang entah kemana, dicari2 tidak ada, tapi kalo nasi kotak datang, Eh,, ada lagi dech.. Nach yang ketiga ini adalah KarTem, semua pegawai BPS Jeneponto pasti tahu, dan semua petugas satu kecamatan juga tahu, itulah dia sang Korlap andalan dan calon KSK Teladan.
Pengalaman kelima adalah saat kantor jadi hidup waktu semua dokumen C1 dah numpuk di kantor, hohoho… serasa punya harta karun berkotak-kotak karena setiap orang mempunyai tanggung jawab untuk mengoreksi hasil SP sebelum dokumen-dokumen orange itu dikirim ke propinsi. Diraba, Dilihat dan Diterawang [kaya iklan uang palsu aja…]. Ya setiap hari kerjaannya membelai-belai dokumen orange, memelototi setiap pertanyaan dan membetulkannya. Alhamdulillah meski kadang serasa jenuh tapi kami masih sadar untuk tidak melanjutkan meremas-remas dan kemudian membuangnya. Setiap pekerjaan ada saja yang membuat dunia ini berwarna dengan canda dan tawa. Setiap hari ada saja nama-nama responden yang membuat ketawa, serasa aneh saja baca nama-namanya (ya maaf ya…maklum di jawa belum pernah ada nama itu,jadi aneh saja). Dan subhanallah, waktu kutanyakan artinya sangat bagus sekali…[sekali lagi maaf].
Kayanya sampai disitu dulu cerita serba-serbi SP, mungkin ke depan akan ada cerita-cerita seru lainnya. Dan terakhir “Apa yang anda rindukan dari SP, Wahai insan statistik?”. Kalau jawaban anda adalah honornya, maka itu tidak salah :-)
"Artikel ini diikutkan dalam Giveaway Gendu-gendu Rasa Perantau"
Jumat, 31 Desember 2010
Mulai Dengan Muhasabah Diri

Maha suci Allah yang telah memperjalankan detik demi detik dan terus berlalu, jam dan hari meninggalkan manusia yang diselimuti kelalaian, pekan dan bulan pun melaju tak pernah berhenti, hingga usia kita berkurang dan hilang seiring dengan masuknya tahun baru.
Walaupun kita telah lupa apa yang kita kerjakan dimasa lalu, entah itu sesuatu yang baik ataupun yang buruk, namun semua itu tercatat dengan rapi dalam catatannya dua malaikat pencatat. Keduanya tak pernah lalai mengawasi gerak-gerik dan ucapan kita.
“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada disisinya malaikat pengawas yang siap mencatat“ (Q.S. Qaf:18).
Alhamdulillahirobbil’alamin, Allah masih memberikan kesempatan bertemu kembali dengan tahun baru masehi. Itu berarti kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri, memperbaiki segala kesalahan dan kekhilafan kita. Sungguh Allah Maha Penyayang, disaat kita masih bermaksiat bahkan kadang diri ini mulai tergerus arus sehingga sering melalaikan perintah-Nya, Allah tidak pernah menjauh dari kita tapi kitalah yang sebenarnya menjauh dari-Nya.
Tahun 2010 sudah kita lalui, entah itu indah atau kelabu. Satu tahun sudah kita lewati, waktu yang tidak sebentar bukan? Waktu sepanjang itu adalah kesempatan untuk persiapan menuju perjalanan yang jauh… Mari kita berhenti sejenak . Berpikir dan mengingat apa saja yang telah kita lakukan di tahun kemarin. Meskipun memory kita tak mungkin bisa merekam semuanya. Moment begitu banyak, namun setidaknya masih ada sedikit hal-hal yang menjalari pikiran kita. Mari mulai merefresh ingatan kita dalam bingkaian MUHASABAH diri, Yap.. Muhasabah..
Saudaraku…
Betapa panjang rentang waktu yang harus kita lewati
Melangkahkan kaki setapak demi setapak
Menata dan menyusun amal dari waktu ke waktu
Melihat ke belakang berapa jauh jarak yang telah
ditinggalkan
Menatap ke depan jarak yang tidak dapat kita terka seberapa
jauh dan yang masih menjadi rahasia-Nya…
Sejauh dan sepanjang itulah kita berpacu dengan WAKTU
Ingatlah, waktu bagai pedang yang sangat tajam
Jika kita tidak mampu mengendalikannya, diri kitalah yang
menjadi sasarannya
Saudaraku…
Berbagai aktivitas telah mewarnai hari-hari kita
Kita telah menempuh berbagai macam ujian dalam hidup kita
Tentunya kita berusaha untuk dapat meraih yang
terbaik dan usaha kita lakukan harus selalu berada
dalam koridor aturan-Nya
Apapun hasilnya kelak, itulah CERMINAN DIRI KITA…!!!
Tak ada yang paling bertanggung jawab menentukan langkah
hidup kita ini kecuali diri kita sendiri. Baik atau buruk,
menang atau kalah, untung atau rugi dalam setiap langkah
kehidupan, kitalah yang menentukan dan Allah-lah pengatur
segalanya
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum,
kecuali kaum itu sendiri yang akan mengubahnya”
(Q.S. Ar Ra’du:11)
“Tiada satu tarikan nafaspun yang engkau hembuskan
Melainkan ada takdir yang dijalankan-Nya padamu,karena
Itulah tunduklah pada Allah dalam setiap keadaan.”
(Ibnu Athailah As Sukandari)
Saudaraku…
Sudah berapa lamakah kita hadir di dunia ini???
Catatan apakah yang kita torehkan ???
Kebaikan atau keburukan???
Warna apakah yang kita torehkan pada waktu-waktu kita selanjutnya???
Saudaraku…
Kita sendirilah yang kan menentukan !!!
Semoga kita mampu menorehkan kebaikan dalam sejarah
hidup kita…
Jangan biarkan waktu kita berlalu tanpa makna
(diambil dari sepenggal surat yang diberikan oleh saudariku
Etika Suryandari, sehari sebelum keberangkatanku di tanah perantauan kedua.)
Ayunkan langkah kaki
Jangan pernah kau ragu
Hadapi hari dengan penuh keyakinan
Karena masa depan penuh dengan rintangan
Halangan dan cobaan yang selalu menghadang
Tapi itu semua hanyalah
Ujian yang harus kita arungi
Untuk mendapatkan kemuliaan
Dihadapan Tuhan dengan tak lupa sebut nama-Nya
(T4, Tashiru)
Yang pasti…
Yang sudah berlalu akan diminta pertanggungjawaban
Dan yang akan datang, semoga akan menjadi lebih baik
Selamat menebar kebaikan, dimanapun kita berada…
Selasa, 28 Desember 2010
Ketika Ujung Timur menjadi Ujung Pandang

Mendengar adek2 tingkat mulai membicarakan penempatan jadi ingat satu tahun yang lalu. Pengumuman penempatan adalah hal yang sangat ditunggu di setiap penghujung akhir tahun oleh para kawulo muda lulusan STIS.
Degup-degup saat membuka sebuah file PDF yang berisi nama-nama kami dan propinsi penempatan kami adalah sebuah sensasi yang luar biasa. Apalagi formatnya membuat kami harus tahan nafas beberapa menit (Alah,, mana kuat..^_~). Sepertinya format untuk angkatan kami lebih seru untuk dilihat daripada angkatan setelahnya ya (beda sestama, beda style kali ya..) Kalau tahun ini diurutkan berdasarkan abjad nama, Nah kalau tahun kami diurutkan dari penempatan pusat, propinsi Aceh dan semakin ke timur. So kami harus memelototi tanpa kedip (Alah,, lebay lagi) mulai dari ujung barat. Nah inilah sensasi yang mendebarkan (segitunyakah???) . Kalau sampai semua propinsi di Sulawesi, namanya belum muncul, keringat dingin mulai keluar dan nafas semakin panjang-panjang, apalagi setelah memasuki propinsi Maluku dan Maluku Utara, nama belum muncul juga, ya berarti….. Yap itulah yang terjadi padaku, namaku ada diurutan nomor dua dari belakang diantara teman-teman penempatan Papua.
Dan ternyata keputusan itu belum harga mati, masih bisa berubah salah satunya dengan tukar menukar asal mau sama mau. Dan itulah yang terjadi, saat hati telah mantap akan ketetapan-Nya bahwa itulah yang terbaik yang diberikan oleh Allah pada hambanya, saat sudah banyak kakak tingkat yang kukasih tahu dan saat namaku sudah sampai Papua namun jasadku belum ikut terbang kesana, tawaran untuk tukeran itu datang. Namun,entah mengapa saat itu tidak langsung kuiyakan.
Yach,, jalan hidup memang susah ditebak, hanya Allah yang tahu seperti apa design hidup kita kedepannya. Dengan dorongan dari orang tua dan masukan sana sini akhirnya Ujung Timur itupun menjadi Ujung Pandang. Sungguh tidak ada yang menjamin akan kehidupan ditempat yang baru, hanya keberkahan dan keridhoan Allah sajalah yang kita pinta.
Terngiang nasihat seorang saudara:
“Jangan pernah lupa tentang kebijaksanaan Allah atas segala urusan kita, Kau tahu teratai harus hidup di air, Sedangkan kaktus akan mati di tempat yang penuh dengan air. Biji apel yang subur juga tidak akan tumbuh sebagaimana mestinya jika ia ditabur di gurun gersang dimana pohon kurma akan tumbuh dengan subur disana. Jika kau diciptakan sebagai biji apel, Allah tahu dimana saatnya dan tempatnya kau layak ditaburkan. Allah tidak akan menaburmu di gurun gersang tanpa air dan mematikanmu dengan sia-sia (meskipun jika kau ditabur disanapun, Allah sudah punya rencana besar untukmu).
Serahkanlah seluruh hidup dan matimu kepada Allah,sebagai pencipta grand design dunia ini. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang hidup dan masa depanmu. Jangan takut oleh yang selain Allah, kau tercipta sempurna satu-satunya dan tidak diciptakan sia-sia. Jangan khawatirkan apapun, Allah Maha Tahu yang terbaik untukmu.”
Dan cukuplah dengan doa :
Waqurrabbi Anzilnii Munzalan Mubarokan Waanta Khairul Munziliin (Dan berdoalah: ”Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat”).
Saat kumulai mengenalnya^^

“Ikut ngaji yuuk…” suatu hari teman sekelasku yang notabene baru aja kenal mengajaknya, Aku bertanya “Ngaji apa? Dimana? “Kalau mau, datang aja ketempat ini” jawabnya menyebut suatu tempat yang suatu saat nanti aku tahu bahwa nama itu adalah nama kontrakan milik kakak tingkat. “Haa…! Siapa yang mau ikut, misterius seperti itu. Saat itu yang ada dalam pikiranku adalah suatu aliran yang aneh-aneh. Astagfirullah… su’udhan banget memang. Ajakan seperti ini pun dulu pernah dilontarkan oleh teman baikku waktu kami masih memakai seragam putih-abu-abu, namun dengan enteng kujawab ‘males’.
Hingga suatu hari teman lain mengajak lagi, lebih terbuka, menerangkan seperti ini seperti itu. Entah dorongan dari mana, dorongan untuk menjadi yang lebih baik
Seiring berjalannya waktu aku jarang absen datang LIQA , aku benar-benar lupa dengan bayangan “aneh-aneh” yang pernah menjadi penghalang meraih cahaya hidayah. Tapi ingat, Allah akan selalu menguji hambanya untuk mengetahui mana hamba-Nya yang berhasil lolos dari ujiannya dan akan naik derajatnya dihadapan Allah. Begitu juga dengan LIQAku sepertinya sedang diuji. Waktu itu karena kelompokku terlalu banyak maka kami harus dipisah. Setelah dipisah kelompokku terdiri dari lima orang yang bisa dikatakan memiliki level dibawah yang tujuh orang <’afwan hanya menurut pandanganku waktu itu aja...> Dari lima orang itu biasanya hanya 2 sampai 3 orang saja yang datang. Ujian bagiku karena setiap akan berangkat LIQA pasti ada rasa malas, paling cuma itu-itu lagi. Namun Alhamddulillah hingga kami harus ditransver dalam kelompok baru lagi , aku masih termasuk dalam dua atau tiga orang tersebut. Setelah dalam kelompok baru pun kelompokku masih under estimate kedatangannya, mungkin sering-seringnya hanya 50% yang datang. Sekali lagi aku berucap hamdalah bahwa aku masih bersama-sama yang 50% itu. Ujian memang,,
Masih teringat jelas ketika reposisi mentoring terakhir, kelompokku terdiri dari sembilan orang, yang entah karena apa sebagian dari mereka berguguran satu persatu. Ada yang karena ga suka liqa dihubung-hubungkan dengan p*l*t**, ada yang karena harus menjadi migrant ulang-alik, ada karena sibuk akademik dan sibuk-sibuk yang lainnya.. Hingga kini kami masih lima orang yang bisa dikatakan orang-orang tangguh yang selalu dipayungi oleh semangat yang menyala-nyala, meski tak menutup kemungkinan kadang angin kemalasan tak luput juga menyapa kami.
Untuk qt, Lima sekawan,
semoga keistiqamahan selalu ada pada jiwa dan hati kita dimanapun Qt akan berada sekarang ataupun nanti.
semoga kita tak pernah lupa untuk saling mengingatkan dan menasehati.
Untuk qt, Lima Sekawan,
Teruslah bergerak, hingga KELELAHAN itu LELAH mengikutimu
Teruslah berlari, hingga KEBOSANAN itu BOSAN mengejarmu
Teruslah berjalan, hingga KELETIHAN itu LETIH bersamamu
Teruslah bertahan, hingga KEFUTURAN itu FUTUR menyertaimu
Tetaplah berjaga, hingga KELESUAN itu LESU menemanimu
Alhanan, 13 Mei 2009
Langganan:
Postingan (Atom)