Bahagia itu kalau kita punya rencana/kegiatan dan suami mendukung seratus persen. Terutama berkaitan dengan perkembangan anak. Setelah beberapa hari ini kakak Fahmi mencoba cebok sendiri. Hari Sabtu Ahad ini mendapat dukungan full sama bapaknya, ketika minta ke bapaknya di cebokin langsung diambilkan air satu ember sambil terus di semangati. Setelah selesei di beri pujian dan dikasih kepercayaan penuh kalo ceboknya kakak Fahmi sudah bersih sesuai standar
Anak juga bahagia ketika mereka menambah keahliannya
Belajar sesukanya namun tetap diarahkan membuat anak bersemangat mencoba dan mencoba
Belajar tanpa paksaan, anak akan belajar sesuatu dengan senang hati
Pemberian pujian sewajarnya akan membuat anak semakin percaya diri
Semangat belajar Bunda dan Anak kesayangan..
#BundaSayang
#KelasBunSayIIP
#Level2
Kamis, 09 Maret 2017
-12- Perpanjangan STNK / Ganti Nomor Plat Kendaraan Bermotor
Hari ini saya dapat perintah Pak Presiden (baca:Presiden Rumah Tangga) menjalankan tugas negara yaitu bayar pajak kendaraan bermotor sekaligus perpanjangan STNK / ganti plat lima tahunan.
Karena perpanjangan STNK maka kendaraan harus dibawa. Hampir satu minggu saya pikir-pikir, bisa ga ya ini,, ( lebay kan :-P). Takut, khawatir. Bukan soal pungli atau calo tapi soal bagaimana saya bawa mobil ke sana. Takut ga bisa parkir, atau bisa masuk tapi ga bisa keluarnya :D. Maklum ya sopir amatir.
Akhirnya hari kamis ini, dengan tekat bulat pergilah ke samsat. Parkir aman. Lanjut pergi ke ATM ambil uang.
Berikut akan saya tuliskan langkah-langkah perpanjangan STNK 5 tahunan/ganti plat
1. Siapkan berkas-berkas
Berkas yang harus dibawa
* STNK asli dan fotocopy
* BPKB asli dan fotocopy
* Fotocopy KTP atas nama yang punya mobil
* Fotocopy KTP yang mewakilkan (kalau yang melakukan perpanjangan bukan pemilik/bukan atas namanya)
2. Mendaftar di loket cek fisik
3. Cek Fisik: dilakukan oleh petugasnya
Kita disuruh buka kap mobilnya, untunglah saya tahu dimana yang harus di tarik :-P
Cek fisik ini dilakukan semacam permainan anak-anak jaman dulu, taruh uang di bawah kertas baru di gesek dengan pensil, muncullah gambar uang jadilah pengganda uang. Nah di sini memakai semacam lakban terus ditempel di bagian yang ada di dalam kap mobil, di gesek pakai pensil muncullah angka-angka ajaib. Yang ini serahkan saja sama petugasnya
4. Isi formulir yang dikasih oleh petugas cek fisik, kembalikan ke petugasnya, nanti akan diserahkan ke kita lagi setelah ditandatangani.
5. Daftar ke loket 1, kita akan dikasih formulir kemudian diisi dan dikembalikan ke petugas loket 1 bersamaan dengan berkasnya dari cek fisik. Dan dapatlah nomor antrian
6. Menunggu sampai dipanggil :-P
Ting.. tong..ting.. tong
Lama banget ini antrian,tergantung tempat masing-masing
yang bikin gondok, pas jam istirahat, petugasnya bilang “Kepada Bapak Ibu yang ganti plat, nanti jam 2 setelah istirahat. Gondok banget kan? kenapa ga bilang dari tadi.. sudah nunggu dari jam 9-12. Mantap dech
7. Setelah dapat panggilan, Bayar di tempat yang ada tulisan kasir
8. Tunggu panggilan lagi untuk ambil STNK
9. Ambil STNK yang baru, cihuyyy
10.Fotocopy STNK, biasanya sudah ada di kantor samsat tinggal tanya saja
11. Ambil Plat Baru
Alhamdulillah.. Horee selesei…
Tips: bawa cemilan atau apalah untuk menghilangkan bosan waktu menunggu antrian
Semoga bermanfaat
Karena perpanjangan STNK maka kendaraan harus dibawa. Hampir satu minggu saya pikir-pikir, bisa ga ya ini,, ( lebay kan :-P). Takut, khawatir. Bukan soal pungli atau calo tapi soal bagaimana saya bawa mobil ke sana. Takut ga bisa parkir, atau bisa masuk tapi ga bisa keluarnya :D. Maklum ya sopir amatir.
Akhirnya hari kamis ini, dengan tekat bulat pergilah ke samsat. Parkir aman. Lanjut pergi ke ATM ambil uang.
Berikut akan saya tuliskan langkah-langkah perpanjangan STNK 5 tahunan/ganti plat
1. Siapkan berkas-berkas
Berkas yang harus dibawa
* STNK asli dan fotocopy
* BPKB asli dan fotocopy
* Fotocopy KTP atas nama yang punya mobil
* Fotocopy KTP yang mewakilkan (kalau yang melakukan perpanjangan bukan pemilik/bukan atas namanya)
2. Mendaftar di loket cek fisik
3. Cek Fisik: dilakukan oleh petugasnya
Kita disuruh buka kap mobilnya, untunglah saya tahu dimana yang harus di tarik :-P
Cek fisik ini dilakukan semacam permainan anak-anak jaman dulu, taruh uang di bawah kertas baru di gesek dengan pensil, muncullah gambar uang jadilah pengganda uang. Nah di sini memakai semacam lakban terus ditempel di bagian yang ada di dalam kap mobil, di gesek pakai pensil muncullah angka-angka ajaib. Yang ini serahkan saja sama petugasnya
4. Isi formulir yang dikasih oleh petugas cek fisik, kembalikan ke petugasnya, nanti akan diserahkan ke kita lagi setelah ditandatangani.
5. Daftar ke loket 1, kita akan dikasih formulir kemudian diisi dan dikembalikan ke petugas loket 1 bersamaan dengan berkasnya dari cek fisik. Dan dapatlah nomor antrian
6. Menunggu sampai dipanggil :-P
Ting.. tong..ting.. tong
Lama banget ini antrian,tergantung tempat masing-masing
yang bikin gondok, pas jam istirahat, petugasnya bilang “Kepada Bapak Ibu yang ganti plat, nanti jam 2 setelah istirahat. Gondok banget kan? kenapa ga bilang dari tadi.. sudah nunggu dari jam 9-12. Mantap dech
7. Setelah dapat panggilan, Bayar di tempat yang ada tulisan kasir
8. Tunggu panggilan lagi untuk ambil STNK
9. Ambil STNK yang baru, cihuyyy
10.Fotocopy STNK, biasanya sudah ada di kantor samsat tinggal tanya saja
11. Ambil Plat Baru
Alhamdulillah.. Horee selesei…
Tips: bawa cemilan atau apalah untuk menghilangkan bosan waktu menunggu antrian
Semoga bermanfaat
Selasa, 07 Maret 2017
-11- Mainan Harus Dirapikan
Memiliki tiga anak dengan jarak yang lumayan dekat itu Subhanallah betul. Sulung umur 5 th, yang kedua 3,5 th dan ketiga 1,5. Kali ini akan membahas mengenai mainan. Alhamdulillah, Saya bersyukur meskipun tidak banyak, saya bisa membelikan mainan. Teringat masa kecil saya tanpa mainan, punya boneka satu saja itupun dikasih tetangga :D
Dengan tiga anak ketika mereka main sama-sama, kebayang kan betapa terhamburnya itu mainan.
Pengen sich ya punya rumah bersih, rapi, kinclong, harum semerbak di seluruh penjuru rumah. Tapi aha.. ga usah muluk-muluk lah ya, karena saya yakin jika rumah saya begitu berarti kehidupan di rumah saya terhenti :D
Saya juga bukan emak yang setrong, bisa stress kalau tak berdamai dengan keadaan.
Oleh karena itu ajaran kemandirian kepada anak-anak harus dilakukan ya. Sedikit demi sedikit pelan-pelan. Belajar bertanggung jawab atas apa yang sudah mereka perbuat.
Mainan adalah salah satu penyebab berantakannya rumah. Namun demikian, mainan inilah yang bisa membuat emaknya tenang memasak atau mandi.
Anak - anak saya belum bisa memainkan aturan “bereskan mainan satu baru ambil mainan berikutnya”
Yang ada mau main, mainkan dech, hambur satu keranjang mainan.
Sekarang pelan-pelan mulai dikasih tahu
#mainan harus dijaga, banyak anak-anak lain yang tidak bisa memiliki mainan. Trus bunda cerita tentang anak-anak yg meminta- minta di lampu merah
#Mainan berantakan, membuat anak- anak tergelincir
#Mainan berantakan susah dicari
#Mainan berantakan gampang hilang
Mulailah anak-anak diminta membereskan mainan sendiri setelah mereka main, diingatkan terus. Dan untuk kesuksesan ini, ada rewardnya, kalau dalam satu bulan bisa membereskan mainan sendiri setelah selesei main, maka akan dibelikan mainan lagi. Saat ini masih dalam tahap asal masuk keranjang
Dengan tiga anak ketika mereka main sama-sama, kebayang kan betapa terhamburnya itu mainan.
Pengen sich ya punya rumah bersih, rapi, kinclong, harum semerbak di seluruh penjuru rumah. Tapi aha.. ga usah muluk-muluk lah ya, karena saya yakin jika rumah saya begitu berarti kehidupan di rumah saya terhenti :D
Saya juga bukan emak yang setrong, bisa stress kalau tak berdamai dengan keadaan.
Oleh karena itu ajaran kemandirian kepada anak-anak harus dilakukan ya. Sedikit demi sedikit pelan-pelan. Belajar bertanggung jawab atas apa yang sudah mereka perbuat.
Mainan adalah salah satu penyebab berantakannya rumah. Namun demikian, mainan inilah yang bisa membuat emaknya tenang memasak atau mandi.
Anak - anak saya belum bisa memainkan aturan “bereskan mainan satu baru ambil mainan berikutnya”
Yang ada mau main, mainkan dech, hambur satu keranjang mainan.
Sekarang pelan-pelan mulai dikasih tahu
#mainan harus dijaga, banyak anak-anak lain yang tidak bisa memiliki mainan. Trus bunda cerita tentang anak-anak yg meminta- minta di lampu merah
#Mainan berantakan, membuat anak- anak tergelincir
#Mainan berantakan susah dicari
#Mainan berantakan gampang hilang
Mulailah anak-anak diminta membereskan mainan sendiri setelah mereka main, diingatkan terus. Dan untuk kesuksesan ini, ada rewardnya, kalau dalam satu bulan bisa membereskan mainan sendiri setelah selesei main, maka akan dibelikan mainan lagi. Saat ini masih dalam tahap asal masuk keranjang
Label:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
IIP,
Melatih Kemandirian
Sabtu, 04 Maret 2017
-10- Letakkan Baju Kotor pada Tempatnya
Melatih kemandirian anak menjadi tanggung jawab orang tuanya.
Entah sejak kapan saya memulainya, rasanya sich sudah lama sekali, saya mengajarkan kepada dua anak saya Kakak Fahmi (5y) dan Kakak Umar (3y) untuk meletakkan pakaian kotor pada tempatnya. Saya siapkan 2 keranjang untuk menampungnya.
Alhamdulillah dua bocu ini sudah bisa mandi sendiri, meski yang kedua masih sering minta tolong untuk dibukakan baju atasannya. Namun dalam urusan meletakkan baju kotor yang habis dipakai ampun,,ampun,, dech. Dimana dia membuka baju disitulah di letakkan. Ditinggalkan begitu saja. Dan mereka belum terbiasa membuka bajunya didalam kamar mandi hiks.. hiks.. Mungkin karena gantungan bajunya terlalu tinggi buat mereka, hehehe kan ukuran orang dewasa.
Sekarang yang bisa saya lakukan adalah mengingatkan setiap mereka buka baju agar segera memasukkannya ke keranjang baju dan sebentar lagi akan saya pasang gantungan baju seukuran tingginya anak-anak
#Level2
#KelasBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Entah sejak kapan saya memulainya, rasanya sich sudah lama sekali, saya mengajarkan kepada dua anak saya Kakak Fahmi (5y) dan Kakak Umar (3y) untuk meletakkan pakaian kotor pada tempatnya. Saya siapkan 2 keranjang untuk menampungnya.
Alhamdulillah dua bocu ini sudah bisa mandi sendiri, meski yang kedua masih sering minta tolong untuk dibukakan baju atasannya. Namun dalam urusan meletakkan baju kotor yang habis dipakai ampun,,ampun,, dech. Dimana dia membuka baju disitulah di letakkan. Ditinggalkan begitu saja. Dan mereka belum terbiasa membuka bajunya didalam kamar mandi hiks.. hiks.. Mungkin karena gantungan bajunya terlalu tinggi buat mereka, hehehe kan ukuran orang dewasa.
Sekarang yang bisa saya lakukan adalah mengingatkan setiap mereka buka baju agar segera memasukkannya ke keranjang baju dan sebentar lagi akan saya pasang gantungan baju seukuran tingginya anak-anak
#Level2
#KelasBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Label:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
IIP,
Melatih Kemandirian
Rabu, 01 Maret 2017
-9- Asyiknya Melipat Baju
Pernah dengar obrolan Ibu saya dengan temannya mengenai repotnya punya banyak anak.
Teman ibu saya bilang, “Banyak anak itu pusing kasih makannya”
Jawab Ibu saya, “Ah tidak lah, kan bisa makan sendiri-sendiri, yang repot itu cuci bajunya, lipat bajunya”.
Iya juga sich, banyak anak-anak yang sudah beranjak dewasa, sudah jadi gadis dan jejaka, nyuci baju atau melipat baju sendiri belum pernah ia lakukan. Kalau anaknya banyak, kebayang kan seberapa banyak baju-baju yang dipakai, satu gunung lah. Dan memang pekerjaan melipat baju ini bagi saya, luar biasa -ga sempat :-)-
Berawal dari situ, saya mencoba memberdayakan anak-anak yang berumur 5 tahun dan 3 tahun untuk melipat bajunya sendiri, hihihi..
Anak-anak itu kalau judulnya bermain biasanya akan tertarik. Mari kita ajak anak-anak bermain sambil belajar dan sekaligus membantu bundanya :-D
Pernah lihat di FB alat bantu melipat baju, di jual di online-online shop, kayanya cocok untuk mainan anak-anak.
Dan ternyata ada orang-orang kreatif yg bikin imitasinya dari kardus,, kereen..
Saya coba membuatnya
1. Siapkan kardus bekas
2. Potong sesuai pola berikut
3. Rekatkan dengan lakban sesuai pola
4. Siap digunakan
Kakak Fahmi dan Kakak Umar asyik sekali lipat baju begini. Lumayan seabrek bajunya adik Aisyah terseleseikan. Memang saya buatkan alat melipatnya untuk ukuran baju anak-anak. Rapikah? Ya tergantung standarnya, bagi saya asal bisa masuk lemari okelah daripada menggunung begitu saja. Ada juga hasilnya yang belum dibalik, gapapalah, pikir saya nanti dibalik waktu memakaikannya. :D
#Level2
#KelasBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Label:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
IIP,
Melatih Kemandirian
Senin, 27 Februari 2017
-8- Mengajari Anak Cebok Sendiri
5 Desember 2016 lalu anak sulung saya sudah berumur lima tahun. Jebol status saya sebagai emak tiga balita. Selangkah demi langkah mengajarkan kepada anak-anak kemandirian. Mulai dari toilet traning, belajar makan sendiri, mandi sendiri, dll. PR saya kali ini adalah mengajari anak cebok sendiri. Kalau cebok habis BAK sepertinya gampang ya tapi kalau habis BAB koq bagi saya agak-agak rumit ya :D
Meskipun tidak ada batasan pasti umur berapa anak harus bisa cebok sendiri, menurut saya belajar hal ini harus diagendakan. Pendapat saya anak harus bisa cebok sendiri kalau bisa ya sebelum masuk SD lah ya. Tak perlulah itu syarat bisa membaca untuk masuk SD cukup bisa cebok sendiri :-P
Nah oleh karena itu mulai hari ini, saya ajar si sulung cebok sendiri. Beberapa hal yang saya lakukan antara lain :
1. Memberitahu bahwa kotoran ini najis dan harus dibersihkan. Jelaskan semudah mungkin
2. Mengajarkan cara menbersihkan dengan benar, bilas yang benar pakai sabun, bilas berulang-ulang
3. Mengajarkan cuci tangan setelahnya dengan sabun
4. Membantunya, membersihkan ulang sekalian ngecek sudah bersih atau belum
5. Memberi pujian
Nah dimulailah hari pertama. Surprise..! Si sulung ga mau alasannya ga nyampe tangannya. Surprise kedua..! Ternyata dia merasa jijik memegang duburnya. Oke.. dibujuk-bujuk akhirnya mau, meski masih tetap bunda yg siramkan airnya.
Ayok semangat yuk..
kita lihat hari-hari selanjutnya
#level2
#kuliahbunsayiip
#melatihkemandirian
Label:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
IIP,
Melatih Kemandirian
Jumat, 15 Februari 2013
Serba-Serbi SP 2010 di negeri perantauan
Tahun 2013 ini, dimana di BPS, tempat ku bernaung untuk mendapatkan sesuap nasi dan sebongkah berlian (amiiin..) akan mengadakan event yang besar yaitu Sensus Pertanian (ST 2013), kenangan 3 tahun yang lalu ini muncul berputar-putar dalam anganku...
Kenangan Sensus Penduduk (SP 2010) yang luar biasa seru apalagi waktu itu aku baru saja menyandang sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil, jadi orang yang baru memcicipi dunia kerja.
Alhamdulillah, bisa ikut semaraknya kerja besarnya BPS,, sebelum kedatanganku ke Jeneponto, suatu kabupaten di Sulawesi Selatan yang menjadi daerah penempatanku pertama kali,ternyata aku sudah di plot tuk jadi korlap dan Inda, yach terima aja,,
Pengalaman pertama bersinggungan dengan SP adalah saat diberi amanah untuk menyeleksi petugas-petugas SP. Hmmm,,, entah karena grogi ngadepin aku [walah…] atau karena apa, ngitung umur aja lamaaaa banget, coret sana-coret sini, trus waktu kutanya “Kabupaten Luwu ada di Propinsi mana, Pak? Dengan senyum-senyum dijawab “di Sulawesi Tengah, trus kalau Kota Palu, di Propinsi mana?, di Sulawesi Tenggara, kalau Kendari? Di Sulbar. Haaa, ya gapapa sudah pindah koq Pak, Cuma waktu itu ga sempat kutanya Magelang ada di Propinsi mana, Pak? Padahal salah satu calon respondennya akan menjawab Magelang untuk pertanyaan nomor 209.
Pengalaman Kedua, adalah saat pelatihan Inda di Makassar,, Wow serunya!!! Sepanjang hari tertawa-tawa terus, mengenal lebih dekat teman-teman kantor. Waktu itu kelas digabung dengan teman-teman dari Palopo. Wah suara mereka tenggelam oleh keramaian dan kekonyolan teman-teman dari Jeneponto. Kalau teringat tingkahnya jadi ketawa-ketawa sendiri. Apalagi waktu praktek mengajar, hmmm Jeneponto crew pada PeDe abisss, tanpa kusadari juga mempengaruhi diriku sehingga yach.. lumayan jadi Pede bercuap-cuap di depan kelas. Tapi bener-bener jadi ketawa kalau teringat sesi ini, teringat gaya mbak Wiwik yang dengan mantap lenggok kanan lenggok kiri didepan peserta, teringat Pak Alwi yang pakai doa pembukaan sebelum mengajar, teringat Pak Halim yang mencoba menarik perhatian salah satu teman dari Palopo. Pokoknya seru.
Pengalaman ketiga, saat jadi Instruktur Daerah(Inda), mengajar dua gelombang, gelombang pertama di hotel terbaik di jeneponto,dapat kelas yang pesertanya ramai sekali, meski awalnya agak grogi tapi Alhamdulillah selanjutnya lancar . Berasa jadi banyak kenalan di tanah orang. Jadi Inda benar-benar melatih kesabaran karena perasaanku sudah kujelasin panjang lebar dan berbusa-busa, Ehh,,, masih tetap ada yang bengong-bengong gitu.
Pengalaman keempat adalah saat pelaksanaan SP, disini hanya diisi oleh trio Kar terheboh sepanjang masa, hehehehe… yang pertama adalah KarKul, beliau adalah salah seorang Kortim yang mengaku kortim tertua, yang membuat heboh karena membuat kuda-kuda di Jeneponto iri karena hanya kuda di tengah kota yang dapat stiker. Kalau Kar yang kedua adalah KarTom, nah ini dia petugas yang punya ilmu menghilang, setiap kali ada pertemuan petugas, kortim, dan korlap, selalu datang di awal trus tanda tangan absen, tetapi habis itu menghilang entah kemana, dicari2 tidak ada, tapi kalo nasi kotak datang, Eh,, ada lagi dech.. Nach yang ketiga ini adalah KarTem, semua pegawai BPS Jeneponto pasti tahu, dan semua petugas satu kecamatan juga tahu, itulah dia sang Korlap andalan dan calon KSK Teladan.
Pengalaman kelima adalah saat kantor jadi hidup waktu semua dokumen C1 dah numpuk di kantor, hohoho… serasa punya harta karun berkotak-kotak karena setiap orang mempunyai tanggung jawab untuk mengoreksi hasil SP sebelum dokumen-dokumen orange itu dikirim ke propinsi. Diraba, Dilihat dan Diterawang [kaya iklan uang palsu aja…]. Ya setiap hari kerjaannya membelai-belai dokumen orange, memelototi setiap pertanyaan dan membetulkannya. Alhamdulillah meski kadang serasa jenuh tapi kami masih sadar untuk tidak melanjutkan meremas-remas dan kemudian membuangnya. Setiap pekerjaan ada saja yang membuat dunia ini berwarna dengan canda dan tawa. Setiap hari ada saja nama-nama responden yang membuat ketawa, serasa aneh saja baca nama-namanya (ya maaf ya…maklum di jawa belum pernah ada nama itu,jadi aneh saja). Dan subhanallah, waktu kutanyakan artinya sangat bagus sekali…[sekali lagi maaf].
Kayanya sampai disitu dulu cerita serba-serbi SP, mungkin ke depan akan ada cerita-cerita seru lainnya. Dan terakhir “Apa yang anda rindukan dari SP, Wahai insan statistik?”. Kalau jawaban anda adalah honornya, maka itu tidak salah :-)
"Artikel ini diikutkan dalam Giveaway Gendu-gendu Rasa Perantau"
Kenangan Sensus Penduduk (SP 2010) yang luar biasa seru apalagi waktu itu aku baru saja menyandang sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil, jadi orang yang baru memcicipi dunia kerja.
Alhamdulillah, bisa ikut semaraknya kerja besarnya BPS,, sebelum kedatanganku ke Jeneponto, suatu kabupaten di Sulawesi Selatan yang menjadi daerah penempatanku pertama kali,ternyata aku sudah di plot tuk jadi korlap dan Inda, yach terima aja,,
Pengalaman pertama bersinggungan dengan SP adalah saat diberi amanah untuk menyeleksi petugas-petugas SP. Hmmm,,, entah karena grogi ngadepin aku [walah…] atau karena apa, ngitung umur aja lamaaaa banget, coret sana-coret sini, trus waktu kutanya “Kabupaten Luwu ada di Propinsi mana, Pak? Dengan senyum-senyum dijawab “di Sulawesi Tengah, trus kalau Kota Palu, di Propinsi mana?, di Sulawesi Tenggara, kalau Kendari? Di Sulbar. Haaa, ya gapapa sudah pindah koq Pak, Cuma waktu itu ga sempat kutanya Magelang ada di Propinsi mana, Pak? Padahal salah satu calon respondennya akan menjawab Magelang untuk pertanyaan nomor 209.
Pengalaman Kedua, adalah saat pelatihan Inda di Makassar,, Wow serunya!!! Sepanjang hari tertawa-tawa terus, mengenal lebih dekat teman-teman kantor. Waktu itu kelas digabung dengan teman-teman dari Palopo. Wah suara mereka tenggelam oleh keramaian dan kekonyolan teman-teman dari Jeneponto. Kalau teringat tingkahnya jadi ketawa-ketawa sendiri. Apalagi waktu praktek mengajar, hmmm Jeneponto crew pada PeDe abisss, tanpa kusadari juga mempengaruhi diriku sehingga yach.. lumayan jadi Pede bercuap-cuap di depan kelas. Tapi bener-bener jadi ketawa kalau teringat sesi ini, teringat gaya mbak Wiwik yang dengan mantap lenggok kanan lenggok kiri didepan peserta, teringat Pak Alwi yang pakai doa pembukaan sebelum mengajar, teringat Pak Halim yang mencoba menarik perhatian salah satu teman dari Palopo. Pokoknya seru.
Pengalaman ketiga, saat jadi Instruktur Daerah(Inda), mengajar dua gelombang, gelombang pertama di hotel terbaik di jeneponto,dapat kelas yang pesertanya ramai sekali, meski awalnya agak grogi tapi Alhamdulillah selanjutnya lancar . Berasa jadi banyak kenalan di tanah orang. Jadi Inda benar-benar melatih kesabaran karena perasaanku sudah kujelasin panjang lebar dan berbusa-busa, Ehh,,, masih tetap ada yang bengong-bengong gitu.
Pengalaman keempat adalah saat pelaksanaan SP, disini hanya diisi oleh trio Kar terheboh sepanjang masa, hehehehe… yang pertama adalah KarKul, beliau adalah salah seorang Kortim yang mengaku kortim tertua, yang membuat heboh karena membuat kuda-kuda di Jeneponto iri karena hanya kuda di tengah kota yang dapat stiker. Kalau Kar yang kedua adalah KarTom, nah ini dia petugas yang punya ilmu menghilang, setiap kali ada pertemuan petugas, kortim, dan korlap, selalu datang di awal trus tanda tangan absen, tetapi habis itu menghilang entah kemana, dicari2 tidak ada, tapi kalo nasi kotak datang, Eh,, ada lagi dech.. Nach yang ketiga ini adalah KarTem, semua pegawai BPS Jeneponto pasti tahu, dan semua petugas satu kecamatan juga tahu, itulah dia sang Korlap andalan dan calon KSK Teladan.
Pengalaman kelima adalah saat kantor jadi hidup waktu semua dokumen C1 dah numpuk di kantor, hohoho… serasa punya harta karun berkotak-kotak karena setiap orang mempunyai tanggung jawab untuk mengoreksi hasil SP sebelum dokumen-dokumen orange itu dikirim ke propinsi. Diraba, Dilihat dan Diterawang [kaya iklan uang palsu aja…]. Ya setiap hari kerjaannya membelai-belai dokumen orange, memelototi setiap pertanyaan dan membetulkannya. Alhamdulillah meski kadang serasa jenuh tapi kami masih sadar untuk tidak melanjutkan meremas-remas dan kemudian membuangnya. Setiap pekerjaan ada saja yang membuat dunia ini berwarna dengan canda dan tawa. Setiap hari ada saja nama-nama responden yang membuat ketawa, serasa aneh saja baca nama-namanya (ya maaf ya…maklum di jawa belum pernah ada nama itu,jadi aneh saja). Dan subhanallah, waktu kutanyakan artinya sangat bagus sekali…[sekali lagi maaf].
Kayanya sampai disitu dulu cerita serba-serbi SP, mungkin ke depan akan ada cerita-cerita seru lainnya. Dan terakhir “Apa yang anda rindukan dari SP, Wahai insan statistik?”. Kalau jawaban anda adalah honornya, maka itu tidak salah :-)
"Artikel ini diikutkan dalam Giveaway Gendu-gendu Rasa Perantau"
Langganan:
Postingan (Atom)