Game Level 5, 9 Juni 2017
Hari ini melanjutkan game level 5, Menstimulasi Anak Suka Membaca.
Kakak Fahmi sudah ada ketertarikan untuk belajar membaca, kami mulai mengajarkannya. Suka-suka anaknya saja, kami ga pernah memaksa. Porsi dibacakannya masih diperbanyak.
Tentang pohon literasi dimanfaatkan oleh ayahnya untuk memberikan reward kemandirian-kemandirian anak-anak, sudah dikasih tahu, ini pohon khusus pohon membaca, tapi sudah terlanjur di tempel, ya sudahlah jadi ada daun mandi, daun mengaji, daun sikat gigi ^^
Malam ini kami membaca buku yang sama, aku cinta Rasulullah, kali ini bagian beginilah Rasulullah bangun tidur. Saya suruh gunting sendiri daunnya dan menempelnya di pohon
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Minggu, 18 Juni 2017
-19- Pohon Literasi (1)
Game Level 5, 8 Juni 2017
Materi kuliah di Institut Ibu Profesional kali ini keren banget, bagaimana caranya melatih anak suka membaca. Ada yang mengatakan lebih baik mengajari anak suka membaca daripada mengajari anak membaca sejak dini.
Tantangan 10 hari di materi ini pun tidak kalah keren , yaitu membuat pohon literasi. Jadi kita atau anak kita membaca suatu buku bacaan setelah itu tulis di daun judul bukunya kemudian tempel di pohonnya. Semakin banyak membaca semakin lebat daunnya.
Kali ini yang mengikuti tantangan itu dua bocah saya Fahmi (5y) dan Umar (3y). Sebenarnya emaknya juga mau ikutan, tapi karena habis pindahan, buku-buku emaknya belum sampai ^^
Pertama-tama Bunda bikin gambar pohonnya, coret-coret jadi dech
dan daunnya seperti ini
Siaplah di eksekusi
Malam harinya kami mulai membaca buku, hari pertama tantangan judul bukunya Aku Cinta Rasulullah bagian beginilah Rasulullah tidur, selain membaca langsung dipraktekkan karena waktunya tepat sekali yaitu menjelang tidur.
Tantangan hari pertama ini hanya kakak Fahmi yang dapat daun, kakak Umar tidak dapat karena malah sibuk sendiri selama dibacakan buku.
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Materi kuliah di Institut Ibu Profesional kali ini keren banget, bagaimana caranya melatih anak suka membaca. Ada yang mengatakan lebih baik mengajari anak suka membaca daripada mengajari anak membaca sejak dini.
Tantangan 10 hari di materi ini pun tidak kalah keren , yaitu membuat pohon literasi. Jadi kita atau anak kita membaca suatu buku bacaan setelah itu tulis di daun judul bukunya kemudian tempel di pohonnya. Semakin banyak membaca semakin lebat daunnya.
Kali ini yang mengikuti tantangan itu dua bocah saya Fahmi (5y) dan Umar (3y). Sebenarnya emaknya juga mau ikutan, tapi karena habis pindahan, buku-buku emaknya belum sampai ^^
Pertama-tama Bunda bikin gambar pohonnya, coret-coret jadi dech
dan daunnya seperti ini
Siaplah di eksekusi
Malam harinya kami mulai membaca buku, hari pertama tantangan judul bukunya Aku Cinta Rasulullah bagian beginilah Rasulullah tidur, selain membaca langsung dipraktekkan karena waktunya tepat sekali yaitu menjelang tidur.
Tantangan hari pertama ini hanya kakak Fahmi yang dapat daun, kakak Umar tidak dapat karena malah sibuk sendiri selama dibacakan buku.
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Minggu, 12 Maret 2017
-18- Mainan Harus Dirapikan (3)
Pelan-pelan meski harus diingatkan setiap saat, anak-anak melakukan juga
Hari ini anak-anak merasakan buah dari merapikan mainan. Mainan miniatur kereta dengan jalur-jalurnya yang selama ini tidak ketemu semuanya, hari ini ketemu sehingga bisa dirangkai. Ada sih yang tidak ketemu tapi tidak berpengaruh signifikan.
Waktu yang tepat untuk Bunda, sedikit cuap-cuap betapa pentingnya merapikan mainan.
#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian
Hari ini anak-anak merasakan buah dari merapikan mainan. Mainan miniatur kereta dengan jalur-jalurnya yang selama ini tidak ketemu semuanya, hari ini ketemu sehingga bisa dirangkai. Ada sih yang tidak ketemu tapi tidak berpengaruh signifikan.
Waktu yang tepat untuk Bunda, sedikit cuap-cuap betapa pentingnya merapikan mainan.
#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian
Label:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
IIP,
Melatih Kemandirian
-17- Belajar Cebok Sendiri (3)
Biasanya kakak Fahmi dan kakak Umar yang habis pulang sekolah ikut Bunda ke kantor, hari ini karena kakak Umar tidur, kakak Fahmi Bunda minta tinggal di rumah jagain adeknya. Ditinggal ke kantor cuma 2 jam dari jam 2 sampai jam 4 sore.
Ting.. tong.. ting.. tong..
Jam 4, Bunda pulang. Kakak Fahmi sudah ganti baju dan wangi. Baru cerita, rupanya tadi Kakak Fahmi berasa mau BAB, dan mempraktekkan cara cebok sendiri yang sudah diajarkan.
Alhamdulillah.. Taraa berhasil.. bisa cebok sendiri.
#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian
Ting.. tong.. ting.. tong..
Jam 4, Bunda pulang. Kakak Fahmi sudah ganti baju dan wangi. Baru cerita, rupanya tadi Kakak Fahmi berasa mau BAB, dan mempraktekkan cara cebok sendiri yang sudah diajarkan.
Alhamdulillah.. Taraa berhasil.. bisa cebok sendiri.
#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian
Label:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
IIP,
Melatih Kemandirian
Sabtu, 11 Maret 2017
-16- Masukkan Pakaian Kotor pada Tempatnya
Kembali lagi ke pakaian kotor, huhuhu ini kayanya belum ada progress yang membanggakan. Pakaian kotor yang habis dipakai masih tersebar dimana-mana.
Pembiasaan memang tak boleh putus, kadang saya lebih suka langsung main ambil-ambil saja, mengenai masalah baju kotor ini. Kan lebih cepat daripada harus cuap-cuap.
Baiklah kita coba lagi
Semangat..semangat..
#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian
Pembiasaan memang tak boleh putus, kadang saya lebih suka langsung main ambil-ambil saja, mengenai masalah baju kotor ini. Kan lebih cepat daripada harus cuap-cuap.
Baiklah kita coba lagi
Semangat..semangat..
#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian
Label:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
IIP,
Melatih Kemandirian
-15- Mainan Harus Dirapikan (2)
Edisi emakmu bukan emak setrong selanjutnya. Anak-anak sepertinya selalu ingat dengan janji Bundanya kalau mainan rapi maka akan dibelikan lagi mainan.
Dua orang kakak adek itu saling mengingatkan kalau sudah selesei main. Kadang mereka terlihat saling membantu menyeleseikan beres-beres mainannya.
Kalau kemarin mereka masih memasukkan mainan dalam satu tempat sekarang mulai di pisah-pisah. Saya sediakan satu rak khusus untuk mainannya. Anak-anak suka sekali main lego atau bongkar pasang dan maunya hasil karyanya dipajang. Biasanya mereka marah-marah kalau ada yang senggol sehingga terbongkar. Oke,, jadi sekarang mereka punya semacam etalase sendiri di atas rak mainannya untuk memajang hasil karyanya.
Pelan-pelan, semoga berlanjut bukan hanya karena rewardnya tapi karena tanggung jawabnya.
#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian
Dua orang kakak adek itu saling mengingatkan kalau sudah selesei main. Kadang mereka terlihat saling membantu menyeleseikan beres-beres mainannya.
Kalau kemarin mereka masih memasukkan mainan dalam satu tempat sekarang mulai di pisah-pisah. Saya sediakan satu rak khusus untuk mainannya. Anak-anak suka sekali main lego atau bongkar pasang dan maunya hasil karyanya dipajang. Biasanya mereka marah-marah kalau ada yang senggol sehingga terbongkar. Oke,, jadi sekarang mereka punya semacam etalase sendiri di atas rak mainannya untuk memajang hasil karyanya.
Pelan-pelan, semoga berlanjut bukan hanya karena rewardnya tapi karena tanggung jawabnya.
#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian
Label:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
IIP,
Melatih Kemandirian
-14- Asyiknya Melipat Baju (2)
Anak-anak kalau judulnya Bermain, pasti akan tertarik. Ketika bunda bilang “Sini, sini, ayo main” Anak akan bertanya “Main apa, Bunda?”. Berbeda kalau bunda bilang, “Duduk sini Nak, lipat baju.
Masih edisi emakmu bukan manusia setrong, makanya harus mendelegasikan beberapa pekerjaan kepada anaknya. Bukan eksploitasi ya tapi melatih kemandirian.
Melipat baju bagi saya termasuk pekerjaan yang wow, kadang tumpukan baju yang menunggu untuk dilipat sampai menggunung.
Mulailah Bunda panggil anak-anak, “Main lipat baju ya” sambil di sodorin sekeranjang baju dan alat pelipat baju ala-ala. Sang kakak pun dengan semangat mulai duduk manis, kakak kedua pun Bunda sodorin alat pelipat baju. Ternyata kurang tertarik. Mulailah dia ambil setrika, dan mulai main setrika-setrikaan, kabel tidak dicolok di listrik. Mereka dengan posisi masing- masing kakak kedua menyeterika, kakak pertama lipat baju, Yang awalnya seperti main-main, ternyata membantu juga karena ketika disetrika berarti baju dijembreng, apa bahasanya ini :-) sehingga pas pindah ke prosesi lipat lebih mudah.
Alhamdulillah,, selesei satu keranjang, baju-baju kecilnya, rapinya ya standar anak-anak lah ya, yang penting masuk lemari :-)
#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian
Masih edisi emakmu bukan manusia setrong, makanya harus mendelegasikan beberapa pekerjaan kepada anaknya. Bukan eksploitasi ya tapi melatih kemandirian.
Melipat baju bagi saya termasuk pekerjaan yang wow, kadang tumpukan baju yang menunggu untuk dilipat sampai menggunung.
Mulailah Bunda panggil anak-anak, “Main lipat baju ya” sambil di sodorin sekeranjang baju dan alat pelipat baju ala-ala. Sang kakak pun dengan semangat mulai duduk manis, kakak kedua pun Bunda sodorin alat pelipat baju. Ternyata kurang tertarik. Mulailah dia ambil setrika, dan mulai main setrika-setrikaan, kabel tidak dicolok di listrik. Mereka dengan posisi masing- masing kakak kedua menyeterika, kakak pertama lipat baju, Yang awalnya seperti main-main, ternyata membantu juga karena ketika disetrika berarti baju dijembreng, apa bahasanya ini :-) sehingga pas pindah ke prosesi lipat lebih mudah.
Alhamdulillah,, selesei satu keranjang, baju-baju kecilnya, rapinya ya standar anak-anak lah ya, yang penting masuk lemari :-)
#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian
Label:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
IIP,
Melatih Kemandirian
Langganan:
Postingan (Atom)


